Tuhan Yesus yg asli ternyata pengajaran-Nya antithesis dgn pengajaran para pengkotbah kemakmuran saat ini, yg ironisnya memakai nama Yesus untuk mendapatkan otoritas pelayanan.Pada jaman Paulus injil yg lain adalah 'injil perbuatan', padahal Injil yg murni adalah Injil anugerah,keselamatan melalui iman karena anugerah kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitan dari maut adalah jalan sempit untuk masuk Kerajaan Allah. Jaman sekarang ini banyak injil-injil yg lain, misalnya injil antroposentris,injil liberal,injil da vinci code,injil perkataan iman,injil dimensi keempat,injil anomisme,injil suku/adat/tradisi,injil motivasi, injil psikologi,injil phobia teologia,injil rasional,injil emosional,injil terapi,injil kompromi, injil sosial, injil tahun ayin, injil kemakmuran dll. Dalam tulisan ini saya mau membedakan injil kemakmuran dgn injil murni Kerajaan Allah seperti apa yg Yesus ajarkan tentang uang,harta,dan apa tujuan menjadi murid Yesus. Menjadi murid Yesus tujuannya bukanlah mengumpulkan harta di bumi,karena di bumi ngengat dan karat merusakkannya (Mat 6:19-24). Apakah pengkotbah kemakmuran mengajarkan perintah Yesus ini? atau mengajarkan kalau mau dapat kerja,jodoh,harta, percayalah kepada Yesus! Bukan mengajarkan pertobatan,salib,dosa,neraka.Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya kumpulkanlah bagimu harta di surga. Apakah pengkotbah kemakmuran mengajarkan bahwa harta bisa mempengaruhi orang jadi sombong? bahwa cinta akan uang adalah akar kejahatan?. Tuhan mengajarkan bahwa tidak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan, karena ia akan membenci yg seorang dan mengasihi yg lain. Mengapa pengkotbah kemakmuran mengajarkan Matius 6: 33, Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, lebih menekankan 'maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu...bukan mencari Yesus dan inti pengajaran-Nya? Yesus yg asli adalah Mesias penebus dosa manusia, Mesias Kerajaan Surga, bukan mesias ekonomi,mesias roti,mesias kesehatan, tapi sekali lagi Yesus Kristus adalah Mesias Penebus dosa manusia, pengajaran-Nya adalah 'bertobatlah dari dosa, ikut Aku, sangkal diri, tahan derita pikul salib! Menjadi miskin karena ikut Yesus adalah kasih karunia bukanlah kutuk. Mari kita berdoa yg jarang didoakan oleh pengkotbah kemakmuran:'Ya, Allah, jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yg menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang,aku tidak
menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau kalau aku miskin, aku mencuri dan mencemarkan nama Allahku (Amsal 30:8-9) Dalam nama Yesus.Amin.
Kamis, 20 Mei 2010
Jumat, 07 Mei 2010
Berperang Melawan Godaan Dosa Yang Mematikan
Kita semua adalah manusia biasa, manusia yg sudah jatuh dalam dosa dari warisan Adam. Akibatnya setiap manusia memiliki tabiat dosa,sinful nature, di dalam jiwa manusia. Kabar baiknya Allah mengaruniakan kesempatan untuk manusia dilahirkan kembali.Melalui pertobatan oleh pertolongan Roh Kudus manusia bisa dilahirkan kembali dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi,melalui kematian Yesus di kayu salib dosa warisan Adam yg ada pada diri manusia itu ditebus dgn darah-Nya yg suci. Dalam kelahiran kembali itu manusia menjadi ciptaan baru, ini adalah status rohani yg Allah berikan, sedangkan kondisi rohani manusia yg sudah menjadi ciptaan baru dalam Yesus itu masih 'underconstruction', sedang dan terus dibangun,diperbaiki,diubah menjadi segambar dan serupa Yesus Kristus. Kenyataannya Iblis terus berjuang untuk menghancurkan anak-anak Allah yg sudah mendapatkan status rohani baru
ciptaan baru itu.Jadi dengan memahami kondisi kenyataan rohani ini maka seharusnya orang-orang Kristen lahir baru berjuang dan terus berjuang berperang melawan dosa,tentunya dengan otoritas Yesus Kristus yg telah mengalahkan Iblis,Maut,Dosa 2000 tahun yg lalu.Inilah babak pengudusan orang-orang kudus, dgn kuasa Firman Tuhan dan Roh Kudus yg memimpin peperangan seumur hidup ini.Bagaimana sikap kita dalam memasuki wilayah peperangan konflik antara manusia baru dengan manusia lama ini?
1.Komitmen mempertahankan standarnya Allah (Rick Warren) Bagaimana seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman.-Mu.Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.(Maz 119:9-10). Standard kita bukanlah perasaan pribadi,pendapat teman, pacar,acara tv, radio,nasehat dokter sekuler tentang masturbasi/onani,ramalan bintang,paranormal,tradisi berhala,tahyul,döngeng, tapi Firman Tuhan adalah standard otoritas yg pertama dan tertinggi, semua ide-ide diluar harus diukur dgn standard Firman Tuhan. Ini prinsip mutlak untuk menang atas godaan dosa. Allah tidak ingin anak-anak-Nya binasa karena tidak mengenal standard firman-Nya. Mìsalnya 10 perintah Allah (Kel 20:1-10).
2.Kendalikan pikiran. Peperangan konflik manusia baru dengan manusia lama terjadi pada wilayah pikiran. Setan dgn dosa memikat, membuat merasa enak dan akhirnya berujung maut. Pikiran menentukan perasaan,perasaan menentukan tindakan. Jadi kendalikan pikiran,Jaga hati (Yak 1:14-15; Mat 25:37-38).
3. Waspada dgn umpan-umpan musuh. Apa-apa saja umpan atau jebakan musuh yg sepertinya enak dilihat ìtu? Pornografì dan pornoaksi di internet,tv,majalah,novel-novel vulgar, dll. Lindungi mata untuk tidak tercemar polusi hawa nafsu seks(Mat 6:22-23). JANGAN ANGGAP DIRIMU KUAT, tapi jauhilah nafsu orang muda.(2 Tim 2: 22).
4. Perkecil peluang,kesempatan akan godaan. Berjaga-jaga tetap sadar. Roh itu penurut tapi daging itu lemah(Mat 26:41). Jauhi pergaulan yg buruk, berdua dgn lawan jenis yg bukan suami/istri di mobil,kamar dsb, curhat dgn lawan jenis yg sangat pribadi bukan kepada suami/istri dll.
5.Ingat setiap dosa ada konsekuensinya. Setiap pilihan salah /dosa yg kita lakukan ada konsekuensinya yg harus ditanggung kelak. Kalau kita mengasihi Tuhan dgn segenap hati,jiwa,akal budi kita maka kita tidak akan mengecewakan TUHAN dgn memilih melakukan dosa daripada taat pada Firman-Nya.Takutlah akan Tuhan Allahmu maka iblis/dosa akan takut padamu.
Saudara-saudaraku yg kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, MARILAH KITA MENYUCIKAN DIRI KITA DARI SEMUA PENCEMARAN JASMANI DAN ROHANI, DAN DENGAN DENGAN DEMIKIAN MENYEMPURNAKAN KEKUDUSAN KITA DALAM TAKUT AKAN ALLAH (Paulus,2 Kor 7:1).
ciptaan baru itu.Jadi dengan memahami kondisi kenyataan rohani ini maka seharusnya orang-orang Kristen lahir baru berjuang dan terus berjuang berperang melawan dosa,tentunya dengan otoritas Yesus Kristus yg telah mengalahkan Iblis,Maut,Dosa 2000 tahun yg lalu.Inilah babak pengudusan orang-orang kudus, dgn kuasa Firman Tuhan dan Roh Kudus yg memimpin peperangan seumur hidup ini.Bagaimana sikap kita dalam memasuki wilayah peperangan konflik antara manusia baru dengan manusia lama ini?
1.Komitmen mempertahankan standarnya Allah (Rick Warren) Bagaimana seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman.-Mu.Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.(Maz 119:9-10). Standard kita bukanlah perasaan pribadi,pendapat teman, pacar,acara tv, radio,nasehat dokter sekuler tentang masturbasi/onani,ramalan bintang,paranormal,tradisi berhala,tahyul,döngeng, tapi Firman Tuhan adalah standard otoritas yg pertama dan tertinggi, semua ide-ide diluar harus diukur dgn standard Firman Tuhan. Ini prinsip mutlak untuk menang atas godaan dosa. Allah tidak ingin anak-anak-Nya binasa karena tidak mengenal standard firman-Nya. Mìsalnya 10 perintah Allah (Kel 20:1-10).
2.Kendalikan pikiran. Peperangan konflik manusia baru dengan manusia lama terjadi pada wilayah pikiran. Setan dgn dosa memikat, membuat merasa enak dan akhirnya berujung maut. Pikiran menentukan perasaan,perasaan menentukan tindakan. Jadi kendalikan pikiran,Jaga hati (Yak 1:14-15; Mat 25:37-38).
3. Waspada dgn umpan-umpan musuh. Apa-apa saja umpan atau jebakan musuh yg sepertinya enak dilihat ìtu? Pornografì dan pornoaksi di internet,tv,majalah,novel-novel vulgar, dll. Lindungi mata untuk tidak tercemar polusi hawa nafsu seks(Mat 6:22-23). JANGAN ANGGAP DIRIMU KUAT, tapi jauhilah nafsu orang muda.(2 Tim 2: 22).
4. Perkecil peluang,kesempatan akan godaan. Berjaga-jaga tetap sadar. Roh itu penurut tapi daging itu lemah(Mat 26:41). Jauhi pergaulan yg buruk, berdua dgn lawan jenis yg bukan suami/istri di mobil,kamar dsb, curhat dgn lawan jenis yg sangat pribadi bukan kepada suami/istri dll.
5.Ingat setiap dosa ada konsekuensinya. Setiap pilihan salah /dosa yg kita lakukan ada konsekuensinya yg harus ditanggung kelak. Kalau kita mengasihi Tuhan dgn segenap hati,jiwa,akal budi kita maka kita tidak akan mengecewakan TUHAN dgn memilih melakukan dosa daripada taat pada Firman-Nya.Takutlah akan Tuhan Allahmu maka iblis/dosa akan takut padamu.
Saudara-saudaraku yg kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, MARILAH KITA MENYUCIKAN DIRI KITA DARI SEMUA PENCEMARAN JASMANI DAN ROHANI, DAN DENGAN DENGAN DEMIKIAN MENYEMPURNAKAN KEKUDUSAN KITA DALAM TAKUT AKAN ALLAH (Paulus,2 Kor 7:1).
Senin, 03 Mei 2010
Berjuang Sampai Akhir Untuk Masuk Kerajaan Allah Melalui Pintu Yang Sesak Teks: Lukas 13:1-30(23-24)
Judul: Berjuang Sampai Akhir Untuk Masuk Kerajaan Allah Melalui Pintu Yang Sesak
Teks: Lukas 13:1-30(23-24) 23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" 24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat Tujuan: Agar Jemaat Mengerti Bahwa Keselamatan Yang Hanya didalam Yesus itu harus dijaga dan dipelihara sampai akhir walau banyak tantangan,penganiayaan,pencobaan dan godaan. Tesis: ORANG KRISTEN HARUS TERUS BERJUANG BERPERANG MELAWAN DOSA SETELAH DIBENARKAN KARENA ANUGERAH OLEH IMAN karena Iman tanpa perbuatan hakekatnya mati(PEMBENARAN-PENGUDUSAN-PEMULIAAN) 1. Ay.23: Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan? Pertanyaan ini adalah dari seorang yang tidak dikenal, apakah dia salah seorang murid Yesus yang benar-benar ingin tahu tentang keselamatan (dia memanggil Yesus Tuhan)Kurios),atau orang Yahudi , apakah dia murid Yesus atau bukan, yang menganggap dirinya sudah pasti selamat karena memiliki status umat pilihan Allah karena kelahiran? Adakah ini juga pertanyaan saudara-saudara yang sudah Kristen digereja ini? Atau engkau tidak pernah menanyakan ini karena saudara berpikir urusan selamat atau tidak adalah urusan Tuhan,yang penting aku masih berbuat baiklah nggak jahat-jahat sekali,yang penting aku sudah percaya Yesus,dibaptis,ke gereja,sedikit sedikit berbuat dosa ya wajarlah kan manusiawi,masih di dunia,yang penting aku sudah Kristen,pendeta bilang aku pasti selamat masuk surga karena anugerah, sekali selamat tetap selamat,nggak peduli aku masih suka berbuat dosa, berjudi,menyembah berhala,meramal ke dukun,berjinah,cabul,berbohong,pikiran kotor,gossip dll. Kalau gejala anugerah murahan ini terjadi di gereja Tuhan secara umum berarti ada yang salah dalam pengajaran Firman Tuhan, ada kompromi ada toleransi terhadap dosa yang dilindungi oleh doktrin yang seolah-olah alkitabiah tapi ternyata ujungnya menuju maut.Saya sudah pernah ditanyakan dua tiga kali oleh beberapa orang Kristen yg menanyakan pertanyaan ini.Saya berdoa biarlah kotbah ini bisa menjawab pertanyaan itu menurut apa yang Yesus katakan sendiri.Jadi kembali ke ayat tadi pertanyaan ini bisa berarti pertanyaan karena ingin tahu bernada pesimis bisa juga pertanyaan optimis kesombongan rohani yang menganggap tidak banyak orang yang selamat seperti orang yang bertanya itu. Untuk memahami maksud pertanyaan ini, yaitu sedikit sajakah orang yang diselamatkan,kita harus tahu apa arti kata diselamatkan disini? Kata “diselamatkan” disini adalah dalam bentuk kata kerja pasif dari kata dasarnya sozo (Yunani),Kata sozo ini dalam Alkitab dipakai dengan beberapa variasi mencakup selamat dari penyakit,disembuhkan,selamat dari kematian fisik/jasmani, dan musuh atau celaka,kelepasan dari roh jahat,selamat dari bahaya,dll. namun dalam ayat ini kata diselamatkan maksudnya adalah keselamatan manusia secara rohani yaitu keselamatan dari dosa,dari kematian kekal dan penghukuman kekal akibat dosa di neraka.Di dunia yang cenderung semakin tidak rohani dan sudah rusak ini Pertanyaan ini justru adalah pertanyaan yang paling penting didunia ini karena menyangkut hidup dan mati, surga dan neraka,yang kadang diabaikan oleh sejumlah manusia sehingga menjalani hidup yang tidak takut dosa tidak terkecuali orang Kristen tapi juga disadari penting oleh sejumlah manusia sehingga manusia itu berusaha dengan segala cara biar selamat dari neraka dan bisa masuk surga,nirwana,paradise,dan istilah lainnya baik melalui agama,tradisi,kepercayaan,semedi,meditasi,berbuat baik beramal saleh dll. Yang menjadi pertanyaan orang itu kepada Yesus adalah soal jumlah,kuantitas, sedikit atau banyakkah orang yang masuk surga? Apakah Yesus langsung menjawab, ya Sedikit! Atau Banyak! Yesus tidak menjawab pertanyaan orang itu secara langsung,Yesus ingin mengajar orang itu dan yang lainnya suatu kebenaran yang lebih dalam lagi,”Seorang penafsir membahasakannya: Jangan tanya sedikitkah orang yang masuk surga tapi tanya dirimu sendiri apakah engkau termasuk orang yang masuk surga? Yesus tidak memberikan jawaban lansung, atau mengajak berdebat tentang keselamatan, tapi Yesus memberikan suatu perintah pribadi kepada orang itu dan orang-orang lain yang mendengarkannya,termasuk kita sekarang ini. Apakah jawabYesus?
2.Ayat 24, Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat
Yesus menjawab tidak hanya kepada orang yang bertanya tadi tapi semua orang yang mendengarnya dan tentunya kita semua : Berjuanglah kamu semua untuk masuk…masuk disini adalah masuk ke dalam Kerajaan Allah (surga).(ay. 25-28),diluar pintu surga ada ,ratap tangis dan kertak gigi, Yesus menjelaskan gambaran neraka: “lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; disanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi (Mat 13:50). Kata” berjuang” dari kata agonizeste yang arti kamusnya: bertanding melawan musuh,bergumul,melawan,berjuang dengan semangat kuat untuk mendapatkan sesuatu (hadiah),berperang,bergulat dalam olahraga gulat. Ternyata untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga Yesus katakan harus dengan berjuang. Pintu sesak yang kita harus lewati itu adalah pintu menuju ke Kerajaan Allah (Surga),perhatikan Yesus memerintahkan masuknya bukan lewat pintu lebar tapi lewat pintu sesak. Karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan(neraka),dan banyak orang yang masuk melaluinya (Mat 7:13-14).Kata “berjuang” disini bukan berarti kita diselamatkan masuk surga, itu melalui usaha keras manusia,perbuatan amal saleh baik manusia,jelas sekali dalam Efesus 2: 8-9 berkata: Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;itu bukan hasil usahamu,tapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu,jangan ada orang yang memegahkan diri”.Jadi ,kalau keselamatan itu hanya anugerah mengapa Yesus perintahkan untuk berjuang? Kata berjuang disini adalah soal sikap hati manusia bagaimana dia memandang keselamatan rohani itu, sekedar sesuatu yang biasa sajakah,sekedar punya agamakah atau sesuatu yang harus digumuli sungguh-sungguh,seperti orang yang berperang,bertanding,bergulat. Kata” berjuang” dari kata agonizeste yang arti kamusnya: bertanding melawan musuh,bergumul,melawan,berjuang dengan semangat kuat untuk mendapatkan sesuatu (hadiah),berperang melawan musuh,bergulat dalam olahraga gulat. Mari kita lihat pemakaian kata berjuang ini yang digambarkan oleh Paulus dalam 1 Korintus 9:24-27 ;Fil 1:27;Fil 3:13-14 Jadi keselamatan itu ternyata bukanlah “sekali selamat tetap selamat”, Bukanlah hanya asal percaya Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, sudah bertobat dan dibaptis,lahir baru,menerima pengampunan dosa,duduk di gereja setiap minggu,mendapat status orang dibenarkan,sudah aman dan berhenti disitu,tinggal tunggu mati langsung masuk surga. Memang ini adalah tahap pembenaran karena anugerah oleh iman kepada Yesus,(Rom 5:1),Apakah seseorang yang hanya percaya Yesus,dibenarkan,menjadi anak Allah belum selamat? Kalau orang itu setelah percaya Yesus,kemudian langsung mati memang sudah selamat dan langsung masuk surge(contoh:Penjahat di sebelah salib Tuhan Yesus,belum dibap karena sedang sekarat mau mati),namun kalau tidak langsung mati masih diberi umur panjang, tapi tidak mau bertumbuh,berubah,belajar FT,tidak melakukan semua yang Yesus perintahkan, tidak berjuang menyangkal diri pikul salib, tapi tetap sama menjadi hamba dosa,tidak menjaga kekudusan, maka orang itu akan binasa, namanya akan dihapus dari kitab kehidupan (Wah 3: 5)Jadi keselamatan yang sudah diperoleh secara cuma-cuma karena Yesus sudah mati menebus dosa kita di kayu salib harus terus dipelihara dengan disiplin penguasaan diri,penyangkalan diri,pikul salib,berperang terhadap dosa ,berjaga-jaga dan waspada terhadap godaan iblis yang mengintai kita setiap hari.Inilah maksud berjuang itu. Inilah tahap pengudusan orang percaya.Pengudusan adalah pergumulan,perjuangan,peperangan rohani sehari-hari bagaimana ALLAH memerintah kita,menggantikan dosa yang dahulu memerintah kita.Jadi tidak cukup hanya pembenaran, pengudusan adalah juga bagian pengalaman keselamatan,waktunya sekarang,tujuannya menjadi seperti Yesus, dan diakhiri dengan pemuliaan pada waktu Yesus datang kedua kali(Rom 8:29-30). Orang Kristen yang terus berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak itu akan masuk ke dalam Kerajaan Allah pada akhirnya karena yang dirindukan adalah bertemu Yesus saja, yang adalah Pintu menuju surga,mengharagai Yesus lebih dari segalanya,mematuhi-Nya,merindukan-Nya,sedangkan banyak orang berusaha masuk (mencari:greek/inggris)) tetapi tidak dapat karena mereka bukan mencari Yesus tapi apa yang Yesus bisa berikan;berkat jasmani,kesehatan,kemakmuran,kesuksesan,kesembuhan,keuntungan dll.(Luk 17:17-19,10 oang kusta, roti hidup Yoh 6:26,35).Orang-orang yg seperti ini tidak dapat masuk ke Kerajaan ALLAH.(Mat 6:31-33).
3. Apakah maksud Yesus dengan pintu yang sesak? Mari kita lihat apa yang bukan pintu sesak, baca ay.25-26 : 1.Pintu yang sesak bukanlah sekedar kegiatan agamawi yg rutin, ada duduk di gereja,membaca Alkitab,mendengarkan kotbah,lihat pada ay.26, walau orang-orang itu pernah bersama Yesus,mendengar kotbah-Nya,tapi Yesus tidak kenal sama sekali,dan mereka tetap dihukum. 2. Pintu yang sesak itu bukanlah menjadi keturunan orang percaya yang hebat. (Abraham,Ishak,Yakub semua nabi,menjadi Kristen karena anak pendeta,penginjil,majelis dll).baca ay.28. . Pikiran pokok kumpulan itu dipertahankan oleh Lukas, yakni: Israel ditolak oleh Allah, sedangkan bangsa-bangsa bukan Yahudi dipanggil untuk keselamatan. Hubungan alamiah orang Yahudi dengan Yesus tidak berguna sedikitpun untuk mencegah diri dari penolakan oleh karena kelakuan yang tidak sesuai, Luk 13:25-27; bdk Luk 3:7-9 dsj; Yoh 8:33-36. Dengan demikian banyak orang tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah (keselamatan), Luk 13:23-24, sehingga orang terdahulu (orang Yahudi) menjadi orang yang terakhir, Luk 13:30; bdk Mat 20:16, dan menyaksikan orang bukan Yahudi menduduki tempat mereka sendiri pada perjamuan Mesias, Luk 13:28-29.Keselamatan adalah persoalan pribadi bukan soal keturunan ortu kristen (karena kelahiran)ktp. Setiap kita harus datang kepada Yesus secara pribadi tidak bisa diwakilkan oleh ortu,kakek,saudara. 3.Pintu yang sesak itu bukanlah soal menjadi yang terdahulu, baca.ay.29-30,walaupun Bangsa Yahudi adalah pertama kali duluan menjadi umat pilihan Allah bisa menjadi menjadi terakhir,ternyata bangsa-bangsa lain yg beakangan bisa menjadi yg terdahulu di Kerajaan Allah.Untuk konteks sekarang; yang duluan Kristen,sudah lama Kristen, tidak menjamin untuk bisa masuk melalui pintu yang sempit itu,apakah mereka sedang berjuang?
Jadi apa maksud Yesus dengan pintu yang sesak itu? Yesus lah pintu itu (Yoh 10:9) Apa yg dimaksud dengan sesak itu? Pintu Yesus sesak artinya tidak ada seorangpun yang bisa datang kepada Bapa di Surga melalui jalan lain,apakah itu kegiatan ritual agama ,baik Kristen maupun non-kristen yg membawa kita masuk kedalam Kerajaan Surga,atau kesalehan,amal,iman yang tulus,atau perasaan yg baik tentang hubungan kita dengan Yesus, hanya melalui Yesus saja kita bisa masuk,dalam arti inilah pintu itu sesak(Yoh 14:6).Kedua, Pintu itu sesak artinya waktu buka pintu itu singkat,ada batas waktu.baca ay.25 Jadi ketika pintu pertobatan masih dibukakan,yakni sekarang, inilah masa anugerah, (Yoh 3:16),tapi akan datang masa keadilan dimana masa anugerah berakhir,yang tidak percaya,yang tidak bertobat,yang gugur imannya akan dihukum. ( 1 Tim 4: 1)
Tantangan penutup: Kembali ke pertanyaan awal, Apakah sedikit yg diselamatkan? Dalam ay,29, orang akan datan dari 4 penjuru bumi,,tidak hanya satu bangsa saja (Israel),dalam kitab Wahyu 7:9-10, dikatakan orang banyak yg tidak terhitung jumlahnya.Berdasarkan statistic 2009 bahwa penduduk dunia saat ini kurang lebih 6 miliar, diperkirakan yg Kristen/Katolik 2 miliar, secara angkaNOMINAL ini banyak tapi berapa persen kah yang sudah bertobat,dibaptis,lahir baru,dan terus berjuang masuk melalui pintu yg sesak itu? Bagaimana dengan orang-orang yg belum percaya?(4 miliar)FT katakan yg tidak percaya akan dihukum.Apakah banyak dipanggil sedikit yang dipilih?. Jadi yg penting untuk kita renungkan bagi masing-masing kita saat ini adalah bukan banyak sedikitnya yang diselamatkan tapi: Ujilah dirimu sendiri! Jangan menganggap karena sudah beragama engkau sudah selamat, Jangan andalkan kesalehanmu, miskinlah dihadapan Allah,Berjuanglah masuk melalui pintu yg sesak itu,Berjuang mengubah karaktermu menjadi seperti Yesus,disiplinkan dirimu sendiri,sangkal diri pikul salib untuk bisa berperang dalam pertarungan iman! Jangan berhenti pada tahap pembenaran tapi teruskan masuk dalam tahap pengudusan,maka kita akan dimuliakan pada saat kedatangan Yesus yg kedua kali. Pintu anugerah masih terbuka sekarang tapi besok belum tentu, bertobatlah sekarang! Jangan tunggu esok hari!
Teks: Lukas 13:1-30(23-24) 23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" 24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat Tujuan: Agar Jemaat Mengerti Bahwa Keselamatan Yang Hanya didalam Yesus itu harus dijaga dan dipelihara sampai akhir walau banyak tantangan,penganiayaan,pencobaan dan godaan. Tesis: ORANG KRISTEN HARUS TERUS BERJUANG BERPERANG MELAWAN DOSA SETELAH DIBENARKAN KARENA ANUGERAH OLEH IMAN karena Iman tanpa perbuatan hakekatnya mati(PEMBENARAN-PENGUDUSAN-PEMULIAAN) 1. Ay.23: Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan? Pertanyaan ini adalah dari seorang yang tidak dikenal, apakah dia salah seorang murid Yesus yang benar-benar ingin tahu tentang keselamatan (dia memanggil Yesus Tuhan)Kurios),atau orang Yahudi , apakah dia murid Yesus atau bukan, yang menganggap dirinya sudah pasti selamat karena memiliki status umat pilihan Allah karena kelahiran? Adakah ini juga pertanyaan saudara-saudara yang sudah Kristen digereja ini? Atau engkau tidak pernah menanyakan ini karena saudara berpikir urusan selamat atau tidak adalah urusan Tuhan,yang penting aku masih berbuat baiklah nggak jahat-jahat sekali,yang penting aku sudah percaya Yesus,dibaptis,ke gereja,sedikit sedikit berbuat dosa ya wajarlah kan manusiawi,masih di dunia,yang penting aku sudah Kristen,pendeta bilang aku pasti selamat masuk surga karena anugerah, sekali selamat tetap selamat,nggak peduli aku masih suka berbuat dosa, berjudi,menyembah berhala,meramal ke dukun,berjinah,cabul,berbohong,pikiran kotor,gossip dll. Kalau gejala anugerah murahan ini terjadi di gereja Tuhan secara umum berarti ada yang salah dalam pengajaran Firman Tuhan, ada kompromi ada toleransi terhadap dosa yang dilindungi oleh doktrin yang seolah-olah alkitabiah tapi ternyata ujungnya menuju maut.Saya sudah pernah ditanyakan dua tiga kali oleh beberapa orang Kristen yg menanyakan pertanyaan ini.Saya berdoa biarlah kotbah ini bisa menjawab pertanyaan itu menurut apa yang Yesus katakan sendiri.Jadi kembali ke ayat tadi pertanyaan ini bisa berarti pertanyaan karena ingin tahu bernada pesimis bisa juga pertanyaan optimis kesombongan rohani yang menganggap tidak banyak orang yang selamat seperti orang yang bertanya itu. Untuk memahami maksud pertanyaan ini, yaitu sedikit sajakah orang yang diselamatkan,kita harus tahu apa arti kata diselamatkan disini? Kata “diselamatkan” disini adalah dalam bentuk kata kerja pasif dari kata dasarnya sozo (Yunani),Kata sozo ini dalam Alkitab dipakai dengan beberapa variasi mencakup selamat dari penyakit,disembuhkan,selamat dari kematian fisik/jasmani, dan musuh atau celaka,kelepasan dari roh jahat,selamat dari bahaya,dll. namun dalam ayat ini kata diselamatkan maksudnya adalah keselamatan manusia secara rohani yaitu keselamatan dari dosa,dari kematian kekal dan penghukuman kekal akibat dosa di neraka.Di dunia yang cenderung semakin tidak rohani dan sudah rusak ini Pertanyaan ini justru adalah pertanyaan yang paling penting didunia ini karena menyangkut hidup dan mati, surga dan neraka,yang kadang diabaikan oleh sejumlah manusia sehingga menjalani hidup yang tidak takut dosa tidak terkecuali orang Kristen tapi juga disadari penting oleh sejumlah manusia sehingga manusia itu berusaha dengan segala cara biar selamat dari neraka dan bisa masuk surga,nirwana,paradise,dan istilah lainnya baik melalui agama,tradisi,kepercayaan,semedi,meditasi,berbuat baik beramal saleh dll. Yang menjadi pertanyaan orang itu kepada Yesus adalah soal jumlah,kuantitas, sedikit atau banyakkah orang yang masuk surga? Apakah Yesus langsung menjawab, ya Sedikit! Atau Banyak! Yesus tidak menjawab pertanyaan orang itu secara langsung,Yesus ingin mengajar orang itu dan yang lainnya suatu kebenaran yang lebih dalam lagi,”Seorang penafsir membahasakannya: Jangan tanya sedikitkah orang yang masuk surga tapi tanya dirimu sendiri apakah engkau termasuk orang yang masuk surga? Yesus tidak memberikan jawaban lansung, atau mengajak berdebat tentang keselamatan, tapi Yesus memberikan suatu perintah pribadi kepada orang itu dan orang-orang lain yang mendengarkannya,termasuk kita sekarang ini. Apakah jawabYesus?
2.Ayat 24, Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat
Yesus menjawab tidak hanya kepada orang yang bertanya tadi tapi semua orang yang mendengarnya dan tentunya kita semua : Berjuanglah kamu semua untuk masuk…masuk disini adalah masuk ke dalam Kerajaan Allah (surga).(ay. 25-28),diluar pintu surga ada ,ratap tangis dan kertak gigi, Yesus menjelaskan gambaran neraka: “lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; disanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi (Mat 13:50). Kata” berjuang” dari kata agonizeste yang arti kamusnya: bertanding melawan musuh,bergumul,melawan,berjuang dengan semangat kuat untuk mendapatkan sesuatu (hadiah),berperang,bergulat dalam olahraga gulat. Ternyata untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga Yesus katakan harus dengan berjuang. Pintu sesak yang kita harus lewati itu adalah pintu menuju ke Kerajaan Allah (Surga),perhatikan Yesus memerintahkan masuknya bukan lewat pintu lebar tapi lewat pintu sesak. Karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan(neraka),dan banyak orang yang masuk melaluinya (Mat 7:13-14).Kata “berjuang” disini bukan berarti kita diselamatkan masuk surga, itu melalui usaha keras manusia,perbuatan amal saleh baik manusia,jelas sekali dalam Efesus 2: 8-9 berkata: Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;itu bukan hasil usahamu,tapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu,jangan ada orang yang memegahkan diri”.Jadi ,kalau keselamatan itu hanya anugerah mengapa Yesus perintahkan untuk berjuang? Kata berjuang disini adalah soal sikap hati manusia bagaimana dia memandang keselamatan rohani itu, sekedar sesuatu yang biasa sajakah,sekedar punya agamakah atau sesuatu yang harus digumuli sungguh-sungguh,seperti orang yang berperang,bertanding,bergulat. Kata” berjuang” dari kata agonizeste yang arti kamusnya: bertanding melawan musuh,bergumul,melawan,berjuang dengan semangat kuat untuk mendapatkan sesuatu (hadiah),berperang melawan musuh,bergulat dalam olahraga gulat. Mari kita lihat pemakaian kata berjuang ini yang digambarkan oleh Paulus dalam 1 Korintus 9:24-27 ;Fil 1:27;Fil 3:13-14 Jadi keselamatan itu ternyata bukanlah “sekali selamat tetap selamat”, Bukanlah hanya asal percaya Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, sudah bertobat dan dibaptis,lahir baru,menerima pengampunan dosa,duduk di gereja setiap minggu,mendapat status orang dibenarkan,sudah aman dan berhenti disitu,tinggal tunggu mati langsung masuk surga. Memang ini adalah tahap pembenaran karena anugerah oleh iman kepada Yesus,(Rom 5:1),Apakah seseorang yang hanya percaya Yesus,dibenarkan,menjadi anak Allah belum selamat? Kalau orang itu setelah percaya Yesus,kemudian langsung mati memang sudah selamat dan langsung masuk surge(contoh:Penjahat di sebelah salib Tuhan Yesus,belum dibap karena sedang sekarat mau mati),namun kalau tidak langsung mati masih diberi umur panjang, tapi tidak mau bertumbuh,berubah,belajar FT,tidak melakukan semua yang Yesus perintahkan, tidak berjuang menyangkal diri pikul salib, tapi tetap sama menjadi hamba dosa,tidak menjaga kekudusan, maka orang itu akan binasa, namanya akan dihapus dari kitab kehidupan (Wah 3: 5)Jadi keselamatan yang sudah diperoleh secara cuma-cuma karena Yesus sudah mati menebus dosa kita di kayu salib harus terus dipelihara dengan disiplin penguasaan diri,penyangkalan diri,pikul salib,berperang terhadap dosa ,berjaga-jaga dan waspada terhadap godaan iblis yang mengintai kita setiap hari.Inilah maksud berjuang itu. Inilah tahap pengudusan orang percaya.Pengudusan adalah pergumulan,perjuangan,peperangan rohani sehari-hari bagaimana ALLAH memerintah kita,menggantikan dosa yang dahulu memerintah kita.Jadi tidak cukup hanya pembenaran, pengudusan adalah juga bagian pengalaman keselamatan,waktunya sekarang,tujuannya menjadi seperti Yesus, dan diakhiri dengan pemuliaan pada waktu Yesus datang kedua kali(Rom 8:29-30). Orang Kristen yang terus berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak itu akan masuk ke dalam Kerajaan Allah pada akhirnya karena yang dirindukan adalah bertemu Yesus saja, yang adalah Pintu menuju surga,mengharagai Yesus lebih dari segalanya,mematuhi-Nya,merindukan-Nya,sedangkan banyak orang berusaha masuk (mencari:greek/inggris)) tetapi tidak dapat karena mereka bukan mencari Yesus tapi apa yang Yesus bisa berikan;berkat jasmani,kesehatan,kemakmuran,kesuksesan,kesembuhan,keuntungan dll.(Luk 17:17-19,10 oang kusta, roti hidup Yoh 6:26,35).Orang-orang yg seperti ini tidak dapat masuk ke Kerajaan ALLAH.(Mat 6:31-33).
3. Apakah maksud Yesus dengan pintu yang sesak? Mari kita lihat apa yang bukan pintu sesak, baca ay.25-26 : 1.Pintu yang sesak bukanlah sekedar kegiatan agamawi yg rutin, ada duduk di gereja,membaca Alkitab,mendengarkan kotbah,lihat pada ay.26, walau orang-orang itu pernah bersama Yesus,mendengar kotbah-Nya,tapi Yesus tidak kenal sama sekali,dan mereka tetap dihukum. 2. Pintu yang sesak itu bukanlah menjadi keturunan orang percaya yang hebat. (Abraham,Ishak,Yakub semua nabi,menjadi Kristen karena anak pendeta,penginjil,majelis dll).baca ay.28. . Pikiran pokok kumpulan itu dipertahankan oleh Lukas, yakni: Israel ditolak oleh Allah, sedangkan bangsa-bangsa bukan Yahudi dipanggil untuk keselamatan. Hubungan alamiah orang Yahudi dengan Yesus tidak berguna sedikitpun untuk mencegah diri dari penolakan oleh karena kelakuan yang tidak sesuai, Luk 13:25-27; bdk Luk 3:7-9 dsj; Yoh 8:33-36. Dengan demikian banyak orang tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah (keselamatan), Luk 13:23-24, sehingga orang terdahulu (orang Yahudi) menjadi orang yang terakhir, Luk 13:30; bdk Mat 20:16, dan menyaksikan orang bukan Yahudi menduduki tempat mereka sendiri pada perjamuan Mesias, Luk 13:28-29.Keselamatan adalah persoalan pribadi bukan soal keturunan ortu kristen (karena kelahiran)ktp. Setiap kita harus datang kepada Yesus secara pribadi tidak bisa diwakilkan oleh ortu,kakek,saudara. 3.Pintu yang sesak itu bukanlah soal menjadi yang terdahulu, baca.ay.29-30,walaupun Bangsa Yahudi adalah pertama kali duluan menjadi umat pilihan Allah bisa menjadi menjadi terakhir,ternyata bangsa-bangsa lain yg beakangan bisa menjadi yg terdahulu di Kerajaan Allah.Untuk konteks sekarang; yang duluan Kristen,sudah lama Kristen, tidak menjamin untuk bisa masuk melalui pintu yang sempit itu,apakah mereka sedang berjuang?
Jadi apa maksud Yesus dengan pintu yang sesak itu? Yesus lah pintu itu (Yoh 10:9) Apa yg dimaksud dengan sesak itu? Pintu Yesus sesak artinya tidak ada seorangpun yang bisa datang kepada Bapa di Surga melalui jalan lain,apakah itu kegiatan ritual agama ,baik Kristen maupun non-kristen yg membawa kita masuk kedalam Kerajaan Surga,atau kesalehan,amal,iman yang tulus,atau perasaan yg baik tentang hubungan kita dengan Yesus, hanya melalui Yesus saja kita bisa masuk,dalam arti inilah pintu itu sesak(Yoh 14:6).Kedua, Pintu itu sesak artinya waktu buka pintu itu singkat,ada batas waktu.baca ay.25 Jadi ketika pintu pertobatan masih dibukakan,yakni sekarang, inilah masa anugerah, (Yoh 3:16),tapi akan datang masa keadilan dimana masa anugerah berakhir,yang tidak percaya,yang tidak bertobat,yang gugur imannya akan dihukum. ( 1 Tim 4: 1)
Tantangan penutup: Kembali ke pertanyaan awal, Apakah sedikit yg diselamatkan? Dalam ay,29, orang akan datan dari 4 penjuru bumi,,tidak hanya satu bangsa saja (Israel),dalam kitab Wahyu 7:9-10, dikatakan orang banyak yg tidak terhitung jumlahnya.Berdasarkan statistic 2009 bahwa penduduk dunia saat ini kurang lebih 6 miliar, diperkirakan yg Kristen/Katolik 2 miliar, secara angkaNOMINAL ini banyak tapi berapa persen kah yang sudah bertobat,dibaptis,lahir baru,dan terus berjuang masuk melalui pintu yg sesak itu? Bagaimana dengan orang-orang yg belum percaya?(4 miliar)FT katakan yg tidak percaya akan dihukum.Apakah banyak dipanggil sedikit yang dipilih?. Jadi yg penting untuk kita renungkan bagi masing-masing kita saat ini adalah bukan banyak sedikitnya yang diselamatkan tapi: Ujilah dirimu sendiri! Jangan menganggap karena sudah beragama engkau sudah selamat, Jangan andalkan kesalehanmu, miskinlah dihadapan Allah,Berjuanglah masuk melalui pintu yg sesak itu,Berjuang mengubah karaktermu menjadi seperti Yesus,disiplinkan dirimu sendiri,sangkal diri pikul salib untuk bisa berperang dalam pertarungan iman! Jangan berhenti pada tahap pembenaran tapi teruskan masuk dalam tahap pengudusan,maka kita akan dimuliakan pada saat kedatangan Yesus yg kedua kali. Pintu anugerah masih terbuka sekarang tapi besok belum tentu, bertobatlah sekarang! Jangan tunggu esok hari!
Kamis, 14 Mei 2009
Rabu, 14 Januari 2009
Suara Hati
Suara hati kita begitu lembut sehingga mudah untuk mematikannya tetapi suara hati ini juga begitu jelas sehingga tidak mungkin keliru (Madame de Stael) 'Seperti halnya makanan tak bergiji dan kurangnya latihan dapat merusak kondisi seorang atlet, hal-hal yg cabul, kasar, atau porno dapat membiakkan kegelapan batin yg membuat mandul kepekaan kita yg lebih tinggi dan menggantikan suara hati yg natural dan ilahi "Apa yg benar dan salah?" dengan suara hati sosial "Apakah saya akan kepergok?"(Stephen Covey). Jagalah hatimu dgn segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4: 23).
Sabtu, 03 Januari 2009
4 HAL YANG ALLAH INGIN ANDA LAKUKAN PADA TAHUN BARU 2009
4 HAL YANG ALLAH INGIN ANDA LAKUKAN PADA TAHUN BARU 2009
Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya,maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu ( Matius 6: 33)
Tahun baru 2009 diprediksi tahun yang akan dilanda gelombang krisis ekonomi global, gelombang yang sudah terasa ditahun 2008 yang baru saja berlalu dengan episentrumnya dari Amerika Serikat. Diperkirakan akan ada PHK besar-besaran di sejumlah pabrik. Bahkan di negeri Jepang, sebuah koran memperlihatkan foto dari ratusan mesin komputer dan printer yang disimpan di gudang, bukan karena rusak, tapi karena aktivitas bisnis yang semakin sepi, tidak ada order, tidak ada transaksi, tidak ada produksi.
Dunia keuangan boleh berguncang, pasar saham boleh merosot, tapi kehendak Allah pada kita tetap konsisten. Tidak berubah. Keinginan-Nya untuk membentuk karakter kita menjadi seperti Kristus, menjadi manusia baru dalam Kristus tetap berlanjut. ‘’The show must go on”.
Kehendak Allah pada kita tidak berubah seiring putaran bumi selama 365 hari yang dihitung setahun menurut kalender Masehi. Dalam melewati 365 hari kedepan, kita harus tahu apa yang Allah ingin kita lakukan lebih daripada apa yang ingin kita lakukan, yaitu :
1. TETAP PERCAYA
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Amsal 3: 5).
Tetap percaya bahwa Allah itu Allah. Allah Maha Kuasa. Allah yang berkuasa atas langit bumi, musim, ruang dan waktu. Allah masih pegang kendali. “God is in Charge”!. Pengharapan kita di tahun baru ini bukanlah harapan kosong, bukanlah mimpi di siang bolong, bukanlah sugesti alam bawah sadar, bukanlah optimisme psikologis, tapi harapan yang pasti kepada Allah yang pasti di dalam nama Yesus Kristus dengan ribuan janji-janji-Nya yang tidak pernah berubah seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Masa depan memang kita tidak tahu pasti tapi kita percaya kepada Allah yang pasti.
“ Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang” (Amsal 23 :18).
2. BELAJAR DAN TERUS MAJU
…melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan… (Filipi 4 : 13-14).
Belajar dari kesalahan, kekeliruan, pelanggaran, masalah yang terjadi di tahun lalu, mengakui jika ada dosa yang dibuat, bertobat dan taat untuk tidak mengulanginya lagi. Belajar bahwa Allah bisa saja memakai kesalahan, kekeliruan kita di tahun lalu untuk semakin menyempurnakan kita. Kalau kita memberikan respon yang benar, kekeliruan dan masalah adalah cara Allah membentuk karakter kita. Belajar bahwa kesalahan-kesalahan di tahun yang lalu sebagai cara Allah untuk mengarahkan kita ke jalan yan benar, menguji ketahanan iman kita, memperbaiki sikap kita supaya kita mau berubah, bhakan kekeliruan dan masalah bisa melindungi kita dari kesalahan yang lebih serius. “There is blessing in disguise of your mistakes and problems”
“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” ( Roma 8: 28).
3. MEMBACA DAN MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN
‘…renungkanlah itu siang dan malam”…(Yosua 1 : 8)
Tidak mungkin salah bahwa resolusi yang terbaik di tahun baru 2009 ini adalah membaca Alkitab secara teratur dari kitab Kejadian sampai Wahyu. Mungkin ada yang sudah berulang-ulang membaca serial novel Harry Potter, novel Agatha Christie, komik-komik Jepang, atau novel Laskar Pelangi dengan triloginya yang lagi “best seller” itu, namun sudahkah kita “tamat” baca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu setidak-tidaknya satu kali seumur hidup kita?. Dan bangga untuk berulang-ulang membaca dan merenungkannya sebagai gaya hidup kita?Jadikan “membaca Alkitab selesai dari Kejadian sampai Wahyu” sebagai “resolusi tahun ini” atau “ the challenge of the year”. Siapa takut?!
“Berbahagialah orang… yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1: 2-3).
4. PRIORITAS
“Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya,maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” ( Matius 6: 33)
Sekalipun krisis keuangan global semakin parah, justru di saat-saat krisis itu kita harus semakin memprioritaskan Allah sebagai prioritas nomor satu.
Kalau Allah prioritas pertama dalam gaya hidup kita akan terlihat dari pengaturan jadwal aktivitas setiap hari, dari terbitnya matahari sampai pada masuknya, dari “sunrise to sunset” biarlah nama Tuhan dipuji dan dimuliakan. Kalau Allah prioritas pertama dalam gaya hidup kita akan terlihat dari catatan anggaran pengeluaran dan belanja keuangan kita. Kalau Allah prioritas pertama dalam hidup kita akan terlihat dari dengan siapa kita lebih sering bergaul, berteman dan bersekutu serta berkomunitas.
Janji Allah kalau kita menomorsatukan Dia lebih daripada usaha pemenuhan kebutuhan hidup di dunia ini justru Allah akan menyediakan segala kebutuhan hidup kita ( Matius 6: 33).
Dengan melakukan empat hal yang mendasar ini berarti kita fokus kepada Allah Yang Besar, lebih daripada kegagalan-kegagalan di tahun lalu, masalah-masalah yang mungkin datang, berita-berita buruk di tv dan koran, dan mengetahui oleh hikmat Allah akan perangkap-perangkap yang mau menjebak di depan kita. Dengan melakukan empat hal keinginan Allah kepada kita ini iu artinya Allah berserta kita di tahun 2009! God is with us in 2009. Jika Allah di pihak kita siapa dapat melawan?
BE A NEW MAN IN CHRIST!
salam
JS
Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya,maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu ( Matius 6: 33)
Tahun baru 2009 diprediksi tahun yang akan dilanda gelombang krisis ekonomi global, gelombang yang sudah terasa ditahun 2008 yang baru saja berlalu dengan episentrumnya dari Amerika Serikat. Diperkirakan akan ada PHK besar-besaran di sejumlah pabrik. Bahkan di negeri Jepang, sebuah koran memperlihatkan foto dari ratusan mesin komputer dan printer yang disimpan di gudang, bukan karena rusak, tapi karena aktivitas bisnis yang semakin sepi, tidak ada order, tidak ada transaksi, tidak ada produksi.
Dunia keuangan boleh berguncang, pasar saham boleh merosot, tapi kehendak Allah pada kita tetap konsisten. Tidak berubah. Keinginan-Nya untuk membentuk karakter kita menjadi seperti Kristus, menjadi manusia baru dalam Kristus tetap berlanjut. ‘’The show must go on”.
Kehendak Allah pada kita tidak berubah seiring putaran bumi selama 365 hari yang dihitung setahun menurut kalender Masehi. Dalam melewati 365 hari kedepan, kita harus tahu apa yang Allah ingin kita lakukan lebih daripada apa yang ingin kita lakukan, yaitu :
1. TETAP PERCAYA
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Amsal 3: 5).
Tetap percaya bahwa Allah itu Allah. Allah Maha Kuasa. Allah yang berkuasa atas langit bumi, musim, ruang dan waktu. Allah masih pegang kendali. “God is in Charge”!. Pengharapan kita di tahun baru ini bukanlah harapan kosong, bukanlah mimpi di siang bolong, bukanlah sugesti alam bawah sadar, bukanlah optimisme psikologis, tapi harapan yang pasti kepada Allah yang pasti di dalam nama Yesus Kristus dengan ribuan janji-janji-Nya yang tidak pernah berubah seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Masa depan memang kita tidak tahu pasti tapi kita percaya kepada Allah yang pasti.
“ Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang” (Amsal 23 :18).
2. BELAJAR DAN TERUS MAJU
…melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan… (Filipi 4 : 13-14).
Belajar dari kesalahan, kekeliruan, pelanggaran, masalah yang terjadi di tahun lalu, mengakui jika ada dosa yang dibuat, bertobat dan taat untuk tidak mengulanginya lagi. Belajar bahwa Allah bisa saja memakai kesalahan, kekeliruan kita di tahun lalu untuk semakin menyempurnakan kita. Kalau kita memberikan respon yang benar, kekeliruan dan masalah adalah cara Allah membentuk karakter kita. Belajar bahwa kesalahan-kesalahan di tahun yang lalu sebagai cara Allah untuk mengarahkan kita ke jalan yan benar, menguji ketahanan iman kita, memperbaiki sikap kita supaya kita mau berubah, bhakan kekeliruan dan masalah bisa melindungi kita dari kesalahan yang lebih serius. “There is blessing in disguise of your mistakes and problems”
“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” ( Roma 8: 28).
3. MEMBACA DAN MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN
‘…renungkanlah itu siang dan malam”…(Yosua 1 : 8)
Tidak mungkin salah bahwa resolusi yang terbaik di tahun baru 2009 ini adalah membaca Alkitab secara teratur dari kitab Kejadian sampai Wahyu. Mungkin ada yang sudah berulang-ulang membaca serial novel Harry Potter, novel Agatha Christie, komik-komik Jepang, atau novel Laskar Pelangi dengan triloginya yang lagi “best seller” itu, namun sudahkah kita “tamat” baca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu setidak-tidaknya satu kali seumur hidup kita?. Dan bangga untuk berulang-ulang membaca dan merenungkannya sebagai gaya hidup kita?Jadikan “membaca Alkitab selesai dari Kejadian sampai Wahyu” sebagai “resolusi tahun ini” atau “ the challenge of the year”. Siapa takut?!
“Berbahagialah orang… yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1: 2-3).
4. PRIORITAS
“Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya,maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” ( Matius 6: 33)
Sekalipun krisis keuangan global semakin parah, justru di saat-saat krisis itu kita harus semakin memprioritaskan Allah sebagai prioritas nomor satu.
Kalau Allah prioritas pertama dalam gaya hidup kita akan terlihat dari pengaturan jadwal aktivitas setiap hari, dari terbitnya matahari sampai pada masuknya, dari “sunrise to sunset” biarlah nama Tuhan dipuji dan dimuliakan. Kalau Allah prioritas pertama dalam gaya hidup kita akan terlihat dari catatan anggaran pengeluaran dan belanja keuangan kita. Kalau Allah prioritas pertama dalam hidup kita akan terlihat dari dengan siapa kita lebih sering bergaul, berteman dan bersekutu serta berkomunitas.
Janji Allah kalau kita menomorsatukan Dia lebih daripada usaha pemenuhan kebutuhan hidup di dunia ini justru Allah akan menyediakan segala kebutuhan hidup kita ( Matius 6: 33).
Dengan melakukan empat hal yang mendasar ini berarti kita fokus kepada Allah Yang Besar, lebih daripada kegagalan-kegagalan di tahun lalu, masalah-masalah yang mungkin datang, berita-berita buruk di tv dan koran, dan mengetahui oleh hikmat Allah akan perangkap-perangkap yang mau menjebak di depan kita. Dengan melakukan empat hal keinginan Allah kepada kita ini iu artinya Allah berserta kita di tahun 2009! God is with us in 2009. Jika Allah di pihak kita siapa dapat melawan?
BE A NEW MAN IN CHRIST!
salam
JS
Selasa, 30 Desember 2008
BAGAIMANA MEMASUKI TAHUN BARU 2009 DENGAN HATI NURANI YANG BERSIH?
BAGAIMANA MEMASUKI TAHUN BARU 2009 DENGAN HATI NURANI YANG BERSIH?
…memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni, beberapa orang telah menolak hati nurani yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka
( 1Tim 1: 18-19)
Menjelang tahun baru biasanya ada budaya untuk membuat resolusi yaitu menyatakan apa yang ingin diraih di tahun yang baru, target apa yang akan dicapai, perubahan-perubahan apa yang ingin dibuat di tahun yang baru. Ada yang resolusinya membuka toko yang lebih besar, mendapatkan jodoh, melanjutkan pendidikan S-2 atau S-3,kredit rumah, motor atau mobil dll. Namun sebagai manusia baru dalam Kristus yang adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu yang baru sudah datang ( 2 Kor 5 : 17) penting sekali kita mengambil waktu untuk memeriksa kembali setiap kenangan dari suatu hati nurani yang terlanggar dan mengakuinya kepada Allah. Budaya intropeksi di akhir tahun ibarat “spiritual check up” agar iman kita tidak kandas yang diterpa berbagai macam godaan, masalah, kegagalan, di sepanjang tahun yang sebentar lagi berakhir ini.Dengan harapan kita akan memasuki tahun baru dengan lembaran hati yang baru, hati nurani yang bersih dan sehat menurut kehendak Allah.
Perlu kita ketahui bahwa Allah tidak peduli berapa banyak harta yang engkau dapatkan di tahun yang lalu tetapi Allah serius peduli bagaimana engkau mendapatkan semua harta itu. Allah tidak memusingkan kenyamanan kita tapi karakter kita. Salah satu tujuan hidup manusia baru dalam Kristus adalah mengembangkan karakternya menjadi seperti Kristus. Kesuksesan manusia baru dalam Kristus bukanlah diukur dari pengumpulan materi tapi pengembangan sifat, pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Yesus Kristus ( Filipi 2: 5; Galatia 5 : 22).
Mari kita memasuki tahun baru 2009, yang diprediksi beberapa ahli ekonomi akan mengalami krisis ekonomi global yang semakin parah, dengan mengambil waktu untuk memulai dari memeriksa kesehatan hati nurani kita.
Intropeksi hati nurani
A. Adakah keinginan-keinginan di tahun yang lalu (2008) dicapai dengan menghalalkan segala cara? Bukankah paradigma usaha mencapai tujuan dengan jalan pintas, instant, atau pragmatisme begitu mempengaruhi pola pikir manusia di jaman internet ini? Tidak terkecuali orang Kristen yang rajin setiap Minggu datang ke gereja beribadah. Mungkin kita berpikir cara yang kita lakukan sah-sah saja, baik, tidak terlalu merugikan orang lain, tetapi apakah cara yang kita lakukan benar menurut sudut pandang Allah. Baik menurut manusia belum tentu benar menurut Allah. Di sebuah kantor bisa terjadi “korupsi yang legal”, semua staf sampai kepala kantor setuju-setuju saja, baik-baik saja dan dibagi sama rata, semuanya senang dan untung. Tapi apakah itu berkenan di mata Tuhan, mengambil yang bukan haknya, mengambil lebih dari seharusnya?. Hati nurani yang murni dan bersih pasti gelisah. Rasa bersalah yang seperti ini adalah tanda hati nuraninya masih sehat.
B. Apakah waktu ku lebih banyak dipakai untuk pengumpulan materi? Mengabaikan hari-hari ibadah? Mengabaikan saat-saat penting bersama keluarga? Lupa untuk memeluk istri, menggendong anak-anak yang masih kecil? Mengajak dan mengajarkan anak-anak ke gereja dan berdoa?
Materialisme mengajarkan “siapa yang mendapatkan banyak, dia yang menang”. Pandangan hidup materialisme yang tidak pernah berkata cukup ini bisa membuat hati nurani sakit, dingin, dan mati sehingga tidak peka dan buta dengan nilai-nilai kekekalan yang tidak bisa dilhat dengan mata jasmani. Alkitab berkata “ Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung kepada kekayaannya itu (Lukas 12: 15). Memang nyata bahwa “hidup manusia tidaklah tergantung kepada kekayaannya”, bukankah tidak jarang kita baca di suratkabar dan saksikan di tv tidak sedikit orang yang relatif kaya, kualitas hidupnya rendah, kawin dan cerai, selingkuh,terlibat miras dan narkoba, bunuh diri, pedophilia, homoseks dll. Alkitab bukan melarang manusia untuk kaya tapi Allah mau kalau kita kaya dengan cara halal, dan semakin kita kaya harus semakin rohani.
C. Apakah di tahun 2008 aku lebih memikirkan diri sendiri? Mementingkan diri sendiri daripada Tuhan dan sesama? Individualisme, yaitu pandangan hidup yang menganggap diri sendiri lebih penting dari siapa pun bisa mengakibatkan suara hati nurani tuli, tidak bisa mendengar kepentingan, kebutuhan, kesusahan orang lain. Yang penting ‘”AKU”. Pola pikir individualisme ini bisa mengorbankan kepentingan keluarga, anak-anak, orang lain. “ Cerai saja, tidak peduli anak terlantar, malas masuk kerja tepat waktu,akibatnya orang-orang menunggu lama di ruang tunggu kantor, datang ke gereja hanya ingin dilayani bukan melayani. Mengutip Pastor Rick Warren “Significance in life does not come from serving yourself; it comes from servig God and others”. Ingat prinsip “JOY” Jesus, Others, You.
Mari ambil waktu menjelang detik-detik terakhir tahun 2008 ini untuk intropeksi hati nurani, tidak ada manusia yang sempurna, pintu pengampunan selalu terbuka sepanjang tahun selama Yesus belum datang kembali untuk kedua kali, selama kita kita masih bernafas. Asal kita mau mengakui pelanggaran hati nurani di tahun yang lalu, dosa-dosa tahun lalu di hadapan Allah, Allah akan mengampuni dan menyucikan kita dengan darah Yesus ( 1 Yoh 1 : 9), dan bertobat tidak mengulanginya lagi di tahun yang baru.
Mari meninggalkan tahun yang sebentar lagi akan berakhir ini dengan ambil waktu intropeksi hati nurani, mengakui setiap pelanggaran hati nurani kepada Allah, berjanji tidak mengulanginya lagi di tahun yang baru, 2009.
Bukanlah tidak mungkin, kita akan memasuki tahun baru dengan dengan lembaran baru yang bersih oleh anugerah-Nya yang tidak bersyarat.
MANUSIA BARU DALAM KRISTUS MINISTRY MENGUCAPKAN:
“HAPPY NEW YEAR AND BE A NEW MAN IN CHRIST!”
Salam
JS
…memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni, beberapa orang telah menolak hati nurani yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka
( 1Tim 1: 18-19)
Menjelang tahun baru biasanya ada budaya untuk membuat resolusi yaitu menyatakan apa yang ingin diraih di tahun yang baru, target apa yang akan dicapai, perubahan-perubahan apa yang ingin dibuat di tahun yang baru. Ada yang resolusinya membuka toko yang lebih besar, mendapatkan jodoh, melanjutkan pendidikan S-2 atau S-3,kredit rumah, motor atau mobil dll. Namun sebagai manusia baru dalam Kristus yang adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu yang baru sudah datang ( 2 Kor 5 : 17) penting sekali kita mengambil waktu untuk memeriksa kembali setiap kenangan dari suatu hati nurani yang terlanggar dan mengakuinya kepada Allah. Budaya intropeksi di akhir tahun ibarat “spiritual check up” agar iman kita tidak kandas yang diterpa berbagai macam godaan, masalah, kegagalan, di sepanjang tahun yang sebentar lagi berakhir ini.Dengan harapan kita akan memasuki tahun baru dengan lembaran hati yang baru, hati nurani yang bersih dan sehat menurut kehendak Allah.
Perlu kita ketahui bahwa Allah tidak peduli berapa banyak harta yang engkau dapatkan di tahun yang lalu tetapi Allah serius peduli bagaimana engkau mendapatkan semua harta itu. Allah tidak memusingkan kenyamanan kita tapi karakter kita. Salah satu tujuan hidup manusia baru dalam Kristus adalah mengembangkan karakternya menjadi seperti Kristus. Kesuksesan manusia baru dalam Kristus bukanlah diukur dari pengumpulan materi tapi pengembangan sifat, pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Yesus Kristus ( Filipi 2: 5; Galatia 5 : 22).
Mari kita memasuki tahun baru 2009, yang diprediksi beberapa ahli ekonomi akan mengalami krisis ekonomi global yang semakin parah, dengan mengambil waktu untuk memulai dari memeriksa kesehatan hati nurani kita.
Intropeksi hati nurani
A. Adakah keinginan-keinginan di tahun yang lalu (2008) dicapai dengan menghalalkan segala cara? Bukankah paradigma usaha mencapai tujuan dengan jalan pintas, instant, atau pragmatisme begitu mempengaruhi pola pikir manusia di jaman internet ini? Tidak terkecuali orang Kristen yang rajin setiap Minggu datang ke gereja beribadah. Mungkin kita berpikir cara yang kita lakukan sah-sah saja, baik, tidak terlalu merugikan orang lain, tetapi apakah cara yang kita lakukan benar menurut sudut pandang Allah. Baik menurut manusia belum tentu benar menurut Allah. Di sebuah kantor bisa terjadi “korupsi yang legal”, semua staf sampai kepala kantor setuju-setuju saja, baik-baik saja dan dibagi sama rata, semuanya senang dan untung. Tapi apakah itu berkenan di mata Tuhan, mengambil yang bukan haknya, mengambil lebih dari seharusnya?. Hati nurani yang murni dan bersih pasti gelisah. Rasa bersalah yang seperti ini adalah tanda hati nuraninya masih sehat.
B. Apakah waktu ku lebih banyak dipakai untuk pengumpulan materi? Mengabaikan hari-hari ibadah? Mengabaikan saat-saat penting bersama keluarga? Lupa untuk memeluk istri, menggendong anak-anak yang masih kecil? Mengajak dan mengajarkan anak-anak ke gereja dan berdoa?
Materialisme mengajarkan “siapa yang mendapatkan banyak, dia yang menang”. Pandangan hidup materialisme yang tidak pernah berkata cukup ini bisa membuat hati nurani sakit, dingin, dan mati sehingga tidak peka dan buta dengan nilai-nilai kekekalan yang tidak bisa dilhat dengan mata jasmani. Alkitab berkata “ Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung kepada kekayaannya itu (Lukas 12: 15). Memang nyata bahwa “hidup manusia tidaklah tergantung kepada kekayaannya”, bukankah tidak jarang kita baca di suratkabar dan saksikan di tv tidak sedikit orang yang relatif kaya, kualitas hidupnya rendah, kawin dan cerai, selingkuh,terlibat miras dan narkoba, bunuh diri, pedophilia, homoseks dll. Alkitab bukan melarang manusia untuk kaya tapi Allah mau kalau kita kaya dengan cara halal, dan semakin kita kaya harus semakin rohani.
C. Apakah di tahun 2008 aku lebih memikirkan diri sendiri? Mementingkan diri sendiri daripada Tuhan dan sesama? Individualisme, yaitu pandangan hidup yang menganggap diri sendiri lebih penting dari siapa pun bisa mengakibatkan suara hati nurani tuli, tidak bisa mendengar kepentingan, kebutuhan, kesusahan orang lain. Yang penting ‘”AKU”. Pola pikir individualisme ini bisa mengorbankan kepentingan keluarga, anak-anak, orang lain. “ Cerai saja, tidak peduli anak terlantar, malas masuk kerja tepat waktu,akibatnya orang-orang menunggu lama di ruang tunggu kantor, datang ke gereja hanya ingin dilayani bukan melayani. Mengutip Pastor Rick Warren “Significance in life does not come from serving yourself; it comes from servig God and others”. Ingat prinsip “JOY” Jesus, Others, You.
Mari ambil waktu menjelang detik-detik terakhir tahun 2008 ini untuk intropeksi hati nurani, tidak ada manusia yang sempurna, pintu pengampunan selalu terbuka sepanjang tahun selama Yesus belum datang kembali untuk kedua kali, selama kita kita masih bernafas. Asal kita mau mengakui pelanggaran hati nurani di tahun yang lalu, dosa-dosa tahun lalu di hadapan Allah, Allah akan mengampuni dan menyucikan kita dengan darah Yesus ( 1 Yoh 1 : 9), dan bertobat tidak mengulanginya lagi di tahun yang baru.
Mari meninggalkan tahun yang sebentar lagi akan berakhir ini dengan ambil waktu intropeksi hati nurani, mengakui setiap pelanggaran hati nurani kepada Allah, berjanji tidak mengulanginya lagi di tahun yang baru, 2009.
Bukanlah tidak mungkin, kita akan memasuki tahun baru dengan dengan lembaran baru yang bersih oleh anugerah-Nya yang tidak bersyarat.
MANUSIA BARU DALAM KRISTUS MINISTRY MENGUCAPKAN:
“HAPPY NEW YEAR AND BE A NEW MAN IN CHRIST!”
Salam
JS
Langganan:
Postingan (Atom)
